Pria memang dilahirkan sebagai makhluk egois, dan keegoisan pria itu menjalar sampai ke atas ranjang. Saat pria berbusa-busa mengatakan bahwa kepuasan pasangan adalah segalanya, kenyataannya pada akhirnya yang dimanjakan ya kepuasan dirinya sendiri juga. Pria merasa puas kalau melihat pasangannya puas. Jadi dia memuaskan pasangannya bukan semata-mata karena ingin memuaskan pasangannya, tapi karena kepuasannya melihat pasangannya puas. “Saya mampu memuaskan pasangan”, sepertinya itu pernyataan ego yang ada di dalam benak kita para pria.

Tapi kesampingkan soal ego, melihat pasangan kita puas merupakan hal yang sangat penting. Karena itu tidak ada salahnya anda menyimak saran dari Ian Kelner yang sempat dilansir di majalah Ask Men ini. Ian Kelner ini adalah seorang konsultan seks dan pendiri situs goodinbed.com. Dia juga menulis banyak buku mengenai topik yang sama, salah satunya berjudul “She Comes First”. Dari judulnya aja udah menarik banget ya?

1. Jangan Anggap Remeh Pemanasan

Membandingkan hasrat seksual pria dan wanita, pria itu seperti tombol tekan, tinggal pijit dan lampu langsung menyala terang benderang. Sementara wanita lebih seperti tombol putar, lampu menyala semakin terang secara perlahan mengikuti putaran tombol. Kalau anda berhenti memutar, sinarnya tidak akan semakin terang lagi dengan sendirinya.

Dr. Emily Nagoski dalam bukunya berjudul “Good in Bed, Guide to Female Orgasm” menganalogikan pria seperti berkendara dengan mobil bertransmisi manual. Selama perjalanan lancar-lancar saja, anda hanya perlu berkendara pada gigi versneling yang pas dan anda akan sampai ke tujuan. Sementara wanita dianalogikannya seperti membuat kue. Hasilnya sangat tergantung pada bahan yang digunakan, pada orang yang membuat, pada suhu ovem, pada kelembaban, dan banyak variabel-variabel lainnya.

Gairah seks pada wanita sangat dipengaruhi pada apa yang dialaminya sepanjang hari itu, bahkan lebih lama lagi. Melepaskan keterikatan fikirannya dari beban itu supaya dia benar-benar rileks dan bisa menikmati sepenuhnya itulah fungsinya pemanasan.

2. Pastikan Dia Benar-Benar Rileks

Penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa kunci dari membangkitkan gairah seorang wanita dan tinginya ledakan orgasme yang dirasakannya sangat tergantung pada dua hal, rileks dan bebas dari kekhawatiran. Pemindaian otak wanita menunjukkan bahwa bagian dari otak yang mengendalikan rasa takut, kecemasan, dan emosi semakin melemah saat dia semakin terangsang, memberi jalan untuk mendapatkan orgasme. Kecenderungan tersebut tidak terjadi pada otak pria.

“Artinya untuk membangkitkan gairah pada wanita dan memungkinkannya mencapai puncak kenikmatan, wanita harus rileks dari ketakutan, kecemasan, dan emosi. Caranya adalah dengan memberinya rangsangan berupa pemanasan yang cukup”, ungkap Dr. Gert Holstege yang memimpin riset tersebut.

3. Belajar dari Pengalaman

Mencapai orgasme bagi wanita memerlukan rasa aman dan nyaman, dan hubungan pertama kali dengan seorang pria pastinya sedikit-banyak menimbulkan kekhawatiran yang membuat rasa aman dan nyaman itu tidak terpenuhi. Karena itu tidaklah heran jika kebanyakan wanita tidak dapat mendapatkan orgasme dalam 2 hubungan pertama dengan seorang pria.

Pastikan anda belajar dari setiap kali berhubungan, karena apa yang disukai satu wanita belum tentu disukai wanita lain. Ada wanita yang menginginkan ciuman yang lama, ada wanita yang menginginkan rangsangan pada payudara lebih lama, ada wanita yang lebih suka mengambil posisi di atas, sebagian wanita menyukai rangsangan intens pada klitoris sementara wanita lain tidak. Sebagian wanita bisa mendapatkan orgasme berkali-kali, tapi ada juga wanita yang lebih mirip pria, sekali “keluar” langsung lemas.

Tapi hati-hati juga untuk tidak terjebak dalam rutinitas yang kemudian menyebabkan kebosanan. Sekali menemukan sesuatu yang membuatnya bergairah kemudian anda melakukannya terus-menerus. Tetaplah bereksplorasi.

4. Berfantasi

Saat anda menemukan hal-hal yang sanggup memaksimalkan gairah pasangan, jangan terjebak menjadikannya rutinitas yang monoton. Gunakanlah fantasi anda untuk mengeksplorasi lebih jauh dan menciptakan variasi. Pada dasarnya wanita juga memiliki sedikit naluri petualangan. Rasa nyaman berlebihan dengan orang yang dikenal baik, dengan ritme yang sudah dihafalnya di luar kepala mungkin membuatnya bosan.

Kombinasikanlah dengan faktor-faktor lain. Misalnya saja, saat anda menemukan bahwa pasangan anda menyukai posisi di atas, cobalah kombinasikan dengan tempat, menggunakan gaya yang sama di tempat berbeda, di kamar, di sofa, bahkan di luar ruangan misalnya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Harold Leitenberg menemukan bahwa fantasi seksual justru lebih sering muncul pada pasangan dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan memiliki kehidupan seks yang sehat. Jadi fantasi seksual bukanlah buah dari kebosanan yang mendorong pasangan mencari-cari sesuatu yang baru, tetapi justru eksplorasi fantasi dari sesuatu yang memuaskan.

5. Manfaatkan Kelebihan Anda

Kalau anda terkesima dengan kehebatan pria dalam film porno yang mungkin pernah anda tonton, ketahuilah bahwa pada kenyataanya masing-masing pria memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Ada pria yang ukuran penisnya lebih kecil. Ada yang sekali-sekali mengalami masalah ereksi. Mereka yang mengalami masalah ejakulasi dini misalnya, bisa mengkompensasi kelemahannya dengan foreplay lebih lama atau oral sex.

Eksplorasi kelebihan anda untuk mengkompensasi kekurangan anda. Komunikasi terbuka dengan pasangan sangat diperlukan dalam hal ini.

6. Fahami Organ Intim Pasangan

Fahamilah karakter masing-masing bagian dari apa yang terjepit di antara paha pasangan. Dari butir klitoris di ujung atas, bibir dalam yang tepat mengapit lubang vagina, perineum yang ada diantara vagina dan anus, dan anus itu sendiri. Jangan terpaku hanya dengan klitoris saja. Klitoris memang memiliki 8.000 ujung syaraf, jauh lebih banyak dari bagian-bagian tubuh lain. Tetapi dia tidak bekerja sendiri, melainkan membentuk satu jaringan yang sangat kompleks dengan kitar 15.000 ujung syaraf lain yang menyebar di seluruh selangkangan.

Penulis Natalie Angier saat berbicara mengenai jaringan syaraf seputar klitoris mengambil analogi yang sangat tepat. “Jaringan syaraf itu bekerja seperti anjing, saat satu menggonggong, yang lain ikut semua”, ungkapnya.

7. Lidah Lebih Tajam dari Pedang

Ungkapan di atas tidak hanya berlaku dalam pergaulan sehari-hari tapi juga dalam seks. Oral seks dengan menggunakan lidah merupakan bagian yang sangat penting untuk menggiring wanita menuju puncak. Seorang bintang film porno bernama Ron Jeremy yang konon memiliki ukuran penis yang sangat panjang mengatakan “Kebanyakan wanita lebih menikmati permainan lidah daripada penis saya”, ucapnya. Jadi latihlah keterampilan oral seks anda.

Sayangnya kebanyakan pria tidak benar-benar memahami permainan oral seks yang benar. “Oral seks tidak bisa dilakukan seperti Kung Fu, tetapi harus mengikuti prinsip Tai Chi, pelan, terarah, dan lembut”, saran seorang ahli.

8. Biarkan Pasangan Sampai Lebih Dulu

Seperti tatanan sopan santun sehari-hari yang memegang doktrin “women comes first”, pria juga harus memastikan bahwa pasangannya sudah mencapai puncak sebelum dirinya sendiri. Pria memiliki saat dimana ejakulasi tidak bisa ditahan lagi. Sementara pada wanita, orgasme bisa gagal bahkan pada saat-saat terakhir, sebuah pengalaman yang dapat menimbulkan frustrasi berkepanjangan terutama jika terjadi berulang kali.

Pria sudah selayaknya memperhatikan benar bahwa pasangannya benar-benar mencapai puncak kenikmatan. Pelajarilah tanda-tanda alamiahnya yang biasanya mudah ditangkap dari tangan, kaki, dan daerah sekitar selangkangan.

9. Jangan Takut Dengan Alat Bantu

Sebagian orang mungkin tidak merasa nyaman saat memikirkan menggunakan “mainan” untuk menambah kenikmatan dalam hubungan dengan pasangan. Kenyataanya kebanyakan wanita lebih mudah orgasme dengan memakai vibrator. “Getaran vibrator lebih konstan daripada rangsangan alamiah dengan tangan, lidah, atau penis, karena itu juga dapat membuat wanita lebih mudah mencapai orgasme”, sarannya.