Fungsi penunjuk waktu yang tadinya menjadi alasan kita membeli dan memakai jam tangan mungkin memang sudah tergantikan dengan banyak perangkat lain yang menawarkan jam tangan sebagai fitur tambahan. Kebanyakan dari kita kemana-mana membawa lebih dari satu ponsel yang masing-masing punya fitur jam. Sebagian kita juga membawa sebuah tablet yang juga memiliki fitur jam. Bahkan mobil yang kita kendarai sehari-hari juga memiliki fitur ini, entah di dashboard, entah berbentuk jam digital atau di mobil-mobil yang lebih modern pada panel LCD dari mana kita mengendalikan hampir seluruh fungsi yang tersedia.

Tetapi sebagai bagian dari fashion, jam tangan masih tetap hidup. Bahkan dengan hilangnya ketergantungan kita terhadap fungsinya sebagai penunjuk waktu, justru fashion inilah yang menjadi satu-satunya alasan kita masih menggunakan jam tangan. Tentu kecuali jam tangan dengan fungsi-fungsi khusus seperti jam tangan khusus untuk pendaki gunung, penyelam, atau pembalap misalnya.

Bagi pria, fungsi fashion dari sebuah jam tangan menjadi lebih esensial dibandingkan wanita, karena wanita memiliki banyak pilihan aksesoris lain yang bisa dipakai. Cincin, kalung, gelang, ikat rambut, dan banyak lainnya. Karena itu memilih jam tangan yang tepat sangat penting bagi anda kaum pria. Selanjutnya, lebih dari sekedar fashion, ya kembali ke naluri pria yang juga sangat mengagungkan kualitas dan fitur, tentu ada aspek-aspek lain yang juga perlu dipertimbangkan.

Jam tangan merupakan puluhan yang sangat pribadi dan sangat tergantung dengan gaya dan selera pribadi anda. Tidak ada patokan yang terlalu baku, tetapi tetap memerlukan pertimbangan matang, karena apapun yang anda pilih akan merefleksikan kepribadian anda. Jangan buru-buru. Tidak ada salahnya keluar masuk toko dan mencoba beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan. Jam tangan merupakan benda yang biasanya  disimpan dan dipakai pemiliknya untuk waktu yang cukup lama, bahkan sering kali sampai diwariskan.

Nah jika anda ada niatan untuk membeli jam tangan, simak dulu panduan memilih jam tangan pria berikut ini.

1. Gaya Hidup

Hal yang pertama kali perlu anda pertimbangkan adalah kapan jam tangan itu akan dipakai. Kita tidak akan memakai setelan jas saat diundang barbecue tetangga sebelah rumah kan? Begitu juga dengan jam tangan. Salah kostum, pengalaman yang sangat memalukan itu, juga berlaku untuk jam tangan. Seberat apapun kita menyukai warna kuning misalnya, tentunya kita tidak akan memakai jam tangan dengan tali kuning untuk sebuah rapat perusahaan yang dihadiri pejabat-pejabat tinggi yang posisinya sangat terhormat.

Di lingkungan kerja, sebaiknya kata kunci yang dipilih lebih condong ke elegan dan mewah. Jam tangan yang kita pakai harus mampu membantu membangun kesan serius dan cerdas di lingkungan kerja. Jam tangan dari merk-merk papan atas seperti Omega, Breitling dan Tag Heur biasanya menjadi pilihan bagi kaum profesional yang memerlukan penampilan mengesankan dalam kesehariannya. Meskipun merk-merk ini sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu,  tidak berarti jadul.

Kalau gaya hidup anda lebih sporty, jam tangan sport sekarang juga tidak hanya sarat fitur tetapi juga cukup bergaya. Anda dapat menemukan jam tangan sport dengan fitur yang sesuai dengan kebutuhan anda, tetapi tidak hanya cocok dipakai saat anda melakukan aktivitas olah raga tersebut tetapi pada saat-saat santai.

2. Rantai Logam atau Tali Kulit

Kecuali anda memilih jam tangan dalam kategori super mewah, biasaya rantai jam tangan terbuat dari baja tahan karat alias stainless steel. Selain kuat, jam tangan dengan rantai logam biasanya cocok dengan penampilan bergaya resmi, misalnya saat mengenakan setelan jas. Meskipun demikian, design rantai tertentu juga cocok dengan paduan gaya yang lebih santai.

Secara umum tali kulit berkesan lebih santai. Meskipun demikian tali kulit memiliki rentang karakter yang relatif lebar. Bahannya bisa bermacam-macam, kulit sapi atau buaya, ada juga yang berbahan sintetis dan karet. Bahan kulit jika dipasangkan dengan model jam tangan tertentu bisa saja cocok untuk gaya forma. Sedangkan yang berbahan sintetis secara alamiah memang lebih santai.

Pilihan warna juga turut menentukan. Bahan kulit dengan warna klasik seperti hitam atau coklat tua lebih berkesan formal, sementara bahan sintetis dengan warna-warna cerah lebih santai dan sporty.

Sayangnya tali kulit biasanya tidak seawet rantai logam.

3. Ukuran

Jam tangan produksi Swiss yang biasanya juga menjadi acuan produsen-produsen jam tangan lain memiliki ukuran yang bervariasi antara 22mm sampai 50mm. Untuk jam tangan pria, ukuran paling kecil biasanya sekitar 35mm. Kebanyakan pria memilih jam tangan dengan ukuran berkisar antara 39mm sampai 48mm. Satu-satunya cara untuk memilih ukuran jam tangan adalah dengan mencobanya.

Tren akhir-akhir ini, terutama untuk gaya santai, ada kecenderungan ukuran jam tangan lebih besar. Meskipun demikian, memilih jam tangan yang biasanya dipakai untuk waktu yang lama, mungkin sebaiknya kita lebih mempertimbangkan kepribadian kita sendiri.

4. Warna

Jika anda memang senang mengoleksi, memiliki beberapa atau malah banyak jam tangan, sah-sah saja memilih warna-warna trendy yang cenderung mencolok. Tetapi jika anda hanya punya satu-dua jam tangan saja, lebih baik mengambil pilihan yang lebih konservatif. Warna-warna trendy yang mencolok akan sulit dipadu-padankan dengan pakaian. Selain itu tren merupakan sesuatu yang cepat berubah.

Sebaiknya pilihlah warna-warna klasik yang memang sudah teruji, mudah masuk dalam suasana apapun, mudah dipadu-padankan dengan gaya dan warna pakaian apapun.

 

5.  Quartz atau Automatic

Jam tangan quartz menggunakan sistem elektronik. Disebut quartz karena sistem ini menggunakan kristal quartz sebagai bagian dari sistem elektrnik yang menjadi penggeraknya. Seperti sistem elektronik lainnya, dalam sistem ini tenaga diperoleh dari batre, dan karena itu secara berkala diperlukan penggantian batre.

Pilihan lain adalah sistem otomatis yang biasanya lebih banyak dipilih kaum pria. Sistem ini menggunakan mekanik super presisi yang menyimpan tenaga dari ayunan tangan dimana jam tangan dipakai. Karena itu jika jam tangan ini akan mati jika terlalu lama tidak dipakai. Untuk menghidupkannya kembali tidak terlalu sulit, cukup diayun-ayunkan saja. Setelah ada cukup tenaga dan sistemnya hidup kembali, anda tinggal mencocokkan lagi waktunya dan memakainya.

Sistem yang sudah jarang dipakai sekarang adalah sistem putar. Prinsip dasarnya sebetulnya tidak terlalu banyak berbeda dengan sistem otomatis. Hanya saja tenaganya tidak diperoleh dari ayunan tangan tetapi dengan memutar dial yang tersedia.