Berbagai studi yang pernah dilakukan menyepakati bahwa stress yang berkelanjutan memiliki banyak implikasi serius terhadap kesehatan, terutama pada pria. Peningkatan kecepatan detak jantung dan tekanan darah tinggi merupakan dua masalah kesehatan yang sebenarnya lebih banyak diakibatkan oleh stress daripada persoalan medis.

Secara psikologis kemampuan pria menghadapi stress memang lebih buruk dari wanita.

Biasanya tekanan stress dilampiaskan secara fisik sehingga energi yang terakumulasi dari pelepasan sejumlah hormon seperti hormon epinephrine bisa langsung terbuang. Membanting barang atau berteriak merupakan dua contoh pelampiasan seperti ini. Sayangnya dalam kehidupan modern sekarang ini pelampiasan spontan secara fisik biasanya sangat sulit dilakukan. Bagaimana bila tekanan pemicu stress memuncak pada saat kita berada di kantor? Tentunya kita tidak bisa berteriak apalagi membanting barang.

Karena stress tidak dapat tersalurkan secara spontan, tekanan ini kemudian terakumulasi, semakin lama semakin banyak dan mulai menyebabkan aneka gangguan seperti munculnya masalah pada pengendalian tekanan darah, gangguan kekebalan tubuh terhadap penyakit, atau kesulitan tidur.

Sebetulnya prinsip bahwa cara terbaik mengendalikan stress adalah dengan melampiaskannya secara fisik masih tetap valid. Hanya saja caranya mungkin harus dipilih sehingga tidak menimbulkan masalah belakangan yang ujung-ujungnya malah juga memancing stress. Menguras tenaga dengan berolah raga merupakan cara yang cukup efektif mengatasi stress pada pria. Bisa juga memilih cara yang sebaliknya, yaitu dengan terapi relaksasi seperti meditasi dan yoga.

Nutrisi Untuk Mengatasi Stress

Pada umumnya, tekanan emosional maupun fisik mengakibatkan stress dengan tipe oksidatif. Karena itu konsumsi formula antioksidan merupakan cara efektif untuk mengendalikannya. Karena kita tidak tahu persis apa yang secara spesifik dibutuhkan, jika anda memilih untuk mengkonsumsi antioksidan dalam rangka mengendalikan stress, pilihlah antioksidan berspektrum luas.

Selain antioksidan, untuk mengatasi stress juga diperlukan asupan yang cukup dari aneka vitamin B. Asam amino taurine dan glutamin diketahui memiliki pengaruh yang cukup besar dalam reaksi tubuh kita terhadap stress. Konsumsi asam amino taurine yang disarankan adalah antara 500mg sampai satu gram setiap hari. Sementara konsumsi glutamin batasannya lebih fleksibel, minimum 750mg tiap hari. Cara paling baik mengkonsumsi asam amino taurine dan glutamin dengan meminumnya diantara dua waktu makan. Karena tidak dikonsumsi pada saat makan, sebaiknya sertai konsumsi kedua nutrisi tersebut dengan camilan yang kaya akan karbohidrat.

Bioflavonoid, theaflavin, valerian, dan skullcap diyakini merupakan bahan-bahan pereda stress. Khusus bioflavonoid yang di pasaran juga dikenal sebagai chrysian adalah antara 1 sampai 3 gram setiap hari. Bahan lain yang juga diketahui memiliki kemampuan mengendalikan stress diantaranya adalah teh herbal. Untuk saat ini, teh herbal terbaik untuk membantu mengatasi stress adalah teh herbal yang mengandung chamomile.

jual-teh-chamomile-tea-lipton-350Jual Teh Chamomile

Chamomile diketahui memiliki efek menenangkan sehingga cukup efektif untuk mengatasi stress ringan atau meringankan stress berat sehingga lebih mudah dikendalikan. Karena banyak masalah yang menyebabkan kesulitan tidur alias insomnia juga diakibatkan oleh stress, banyak orang meyakini bahwa chamomile menyembuhkan insomnia. Secara tidak langsung memang ada benarnya. Biasanya konsumsi chamomile tidak sendirian, tetapi dicampurkan dengan teh sehingga lebih nyaman dikonsumsi. Anda tertarik untuk membeli teh ini? CLICK DISINI.