Dengan berbagai alasan, kita sering kali tidak terlalu memperhatikan keberadaan ban cadangan. Alasan yang paling sering dikemukakan adalah dengan teknologi tubeless, ban tidak akan lansung kempes. Ini tidak sepenuhnya benar, karena ada hal-hal tertentu yang menyebabkan ban bisa kehilangan tekanan dengan cepat meskipun kita menggunakan ban tubeless. Penjahat penyebar paku ban misalnya, mereka memiliki paku khusus yang membuat tekanan ban tubeless dapat hilang dengan cepat. Kenyataanya pabrikan mobil tetap menyertakan ban cadangan meskipun mereka melengkapi mobilnya dengan ban tubeless. Bahkan mobil yang dilengkapi ban berteknologi RFT (run flat tyre) yang memungkinkan mobil tetap dapat dikendarai meskipun ban kehilangan tekanan, tetap dilengkapi ban cadangan oleh pabrikannya.

Selain keteledoran, biasanya hal lain yang menyebabkan pengendara tidak mempedulikan bahkan dengan sengaja tidak membawa ban cadangan adalah persoalan gaya. Banyak kendaraan terutama yang bertipe SUV meletakkan ban cadangan dengan menggendong di bagian belakang mobil. Banyak pemilik menganggap keberadaan ban cadangan mengganggu estetika visual sehingga memilih untuk melepas dan meninggalkannya. Sebagian mencoba menyimpannya di dalam mobil, entah di dalam bagasi atau di dalam mobil. Tapi biasanya lama-lama dikeluarkan juga dengan alasan menghabiskan tempat.

Ban cadangan bawaan pabrik biasanya ukurannya sudah disesuaikan, sama persis ukurannya dengan keempat ban yang terpasang. Masalah kadang-kadang muncul saat pemilik mengganti ban standar dengan ban berukuran berbeda, lagi-lagi dengan alasan gaya. Seringkali ban pengganti ini hanya dibeli untuk yang terpasang saja, bukan 5 termasuk ban cadangan tetapi hanya 4. Selain soal uang, ban pengganti dengan tertentu sering kali tidak bisa lagi disimpan di tempat penyimpanan ban cadangan yang tersedia. Ujung-ujungnya, ukuran ban cadangan jadi tidak sama persis dengan ban yang terpasang. Saat salah satu ban kempes dan ban cadangan dipasang, kendaraan jadi “pincang” karena salah satu ban ukurannya berbeda.

Hal lain, sering kali kualitas ban cadangan berbeda dengan ban yang terpasang. Entah kembangnya sudah tipis, sudah sering ditambal, ban tubeless diisi ban dalam, dan kasus-kasus lain. Sebaiknya selain ukuran sama, kondisi juga sama baiknya dengan ban yang terpasang. Jangan sampai baru dipasang sebentar, ban yang kempes belum diperbaiki, ban cadangan sudah keburu “kalah” duluan.

Yang paling ideal adalah menjaga kondisi persis seperti saat mobil keluar dari dealer, ban terpasang dan ban cadangan memiliki merk, tipe, dan ukuran yang sama persis. Bukan hanya bannya tapi juga velg-nya. Kemudian secara berkala kelima ban ini dirotasi sehingga ban cadangan pun turut mendapatkan giliran dipakai sementara ban yang awalnya terpasang juga mendapat giliran diistirahatkan. Jika anda kemudian mengganti velg dan/atau ban dengan ukuran berbeda, siapkanlah 5 yang sama persis, dan diperlakukan seperti ban standar. Dengan cara ini kondisi ban cadangan dan ban yang terpasang akan selalu sama.

Terakhir soal tekanan ban. Kecuali mobil anda dilengkapi indikator tekanan ban, kita memang disarankan untuk mengukur tekanan ban secara berkala, sekurang-kurangnya sekali sebulan, meskipun secara visual anda tidak melihat ada ban yang kempes. Pada saat memeriksa tekanan ban, pastikan bahwa anda juga mengukur tekanan ban cadangan. Biasanya tekanan ban cadangan sedikit lebih tinggi dari ban terpasang. Kemudian saat digunakan, tekanannya baru diturunkan sesuai spesifikasi yang disarankan pabrikan.