Kebanyakan pria memang cenderung tidak peduli dengan kesehatannya sendiri. Sering kali mereka malah lebih peduli dengan barang barang kesayangannya seperti gadget, mobil, atau hewan peliharaan. Kadang-kadang pria bersikap “nantangin” dengan hal-hal yang mengancam kesehatannya. Sebagai contoh sederhana saja. Sebagian besar perokok adalah pria, dan hampir semua perokok sangat mengetahui bahaya dari kebiasaan buruk tersebut terhadap kesehatannya.

Padahal tanpa disadarinya dalam jangka panjang ketidakpedulian tersebut bisa membawa masalah yang sangat serius terhadap kesehatan. Sejumlah penyakit mematikan siap menanti. Sebut saja aneka jenis kanker, penyakit jantung, depresi, dan masih banyak lagi.

Berikut adalah 10 masalah kesehatan paling buruk yang dapat terjadi pada pria menurut portal kesehatan pria healthline.com.

1. Penyakit Jantung

Ada banyak penyakit yang berhubungan dengan jantung, dan semuanya bisa berkembang menjadi ancaman serius jika tidak terdeteksi sejak dini. Organisasi American Health Association menemukan bahwa satu dari tiga pria dewasa mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Serangan stroke mengancam setidaknya 2.8 juta pria. Sementara masalah tekanan darah tinggi sudah menjadi masalah umum yang dapat dengan mudah ditemukan pada pria bahkan yang masih mudah sekalipun.

Meskipun organisasi ini mengadakan peneilitiannya di Amerika Serikat, tidak berarti di negara-negara lain kecenderungannya berbeda. Dengan tingkat kesadaran akan kesehatan yang lebih rendah dan akses terhadap fasilitas medis yang lebih buruk, negara berkembang seperti Indonesia bisa jad justru kondisinya lebih memprihatinkan.

2. Paru-Paru dan Organ Pernafasan Lain

Masalah pernafasan biasanya diawali dari batuk ringan dan karenanya tidak terlalu dipedulikan. Tetapi jika dibiarkan terus, batuk tersebut bisa berkembang menjadi aneka masalah serius yang berhubungan dengan paru-paru dan sistem pernafasan yang sering disebut sebagai COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) seperti kanker, emphysema, asma, bronchitis, dan lain-lain.

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan jumlah pria yang mengidap kanker paru-paru terus meningkat. Tanpa perlu dijelaskan, kita tentunya cukup faham bahwa yang namanya kanker selalu dekat dengan kematian. Meskipun ada sejumlah penyebab lain, penyebab utama kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.

Bagaimana dengan di Indonesia? Mengetahui bahwa penyebab utama kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok, membandingkan tingkat resiko kanker paru-paru antara Amerika Serikat dan Indonesia tidaklah sulit. Studi yang dilakukan Bank Dunia tahun lalu menunjukkan bahwa 72% pria di Indonesia merokok, sementara hanya saja 22% pria di Amerika Serikat yang memiliki kebiasaan buruk tersebut.

3. Alkohol

Lembaga Centers for Desease Control and Prevention menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat masalah yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol pada pria jauh lebih tinggi dibandingkan wanita. Pria peminum diyakini mengkonsumsi setidaknya dua kali lipat alkohol dibandingkan wanita yang memiliki kebiasaan yang sama. Sering kali kebiasaan buruk ini menjadi pemicu aneka masalah yang berhubungan dengan perilaku, termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi pengaruh buruk alkohol tidak hanya bisa merugikan orang lain, karena sebetulnya kerusakan di dalam tubuh si peminum itu sendiri jauh lebih parah.

Konsumsi alkohol meningkatkan resiko kanker mulut, tenggorokan, esophagus, hati, dan usus. Alkohol juga turut berperan dalam terbentuknya aneka penyakit yang berhubungan dengan fungsi reproduksi dan hormon sehingga dapat menyebabkan kemandulan dan impotensi.

Lebih buruk lagi, National Bureau of Economic Research di Amerika Serikat menyebutkan bahwa pria peminum yang kemudian mengalami masalah kesehatan akibat kebiasaan buruknya itu lebih banyak memilih untuk bunuh diri daripada mencari pertolongan medis.

4. Depresi

Penelitian yang dilakukan oleh The National Institute of Mental Health, lagi-lagi di Amerika Serikat, memperikrakan bahwa di negeri Paman Sam itu saja setidaknya setiap tahun ada 6 juta pria yang menderita masalah depresi, termasuk munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Untuk mereka yang mengalami depresi, NIMH menyarankan beberapa pendekatan berikut:

  • olah raga
  • menentukan target yang lebih realistis
  • banyak berhubungan dengan orang-orang terdekat
  • jangan dulu mengambil keputusan penting
  • berkonsultasi dengan dokter.

Persoalannya mereka yang mengalami depresi bukanlah golongan orang-orang yang bisa berfikir jernih dan mudah menerima serta mengikuti saran dan anjuran.

5. Kecelakaan

Jumlah pria yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas hampir dua kali lipat dari wanita, khususnya pada mereka yang berusia antara 15 sampai 19 tahun. Dari total kecelakaan kerja sebanyak 5.524 kali di Amerika Serikat, 92% diantaranya pria. Centers for Disease Control and Prevention memiliki data yang menujukkan bahwa cidera akibat kejadian yang tidak disengaja alias kecelakaan seperti tenggelam, benturan kepala, dan sejenisnya merupakan pembunuh pria yang memakan korban paling banyak di Amerika Serikat.

6. Liver

Hati, yang saat bicara penyakit medis sering kita sebut dalam Bahasa Inggris-nya, liver, memiliki ukuran yang cukup besar dibandingkan dengan ruang perut manusia itu sendiri. Tahukah anda bahwa ukuran liver yang berada di dalam tubuh anda itu ukurannya sama dengan ukuran bola sepak?

Selain ukurannya yang cukup dominan dibandingkan dengan organ-organ lainnya, fungsinya juga sangat banyak dan vital. Diantaranya berperan dalam proses pencernaan, penyerapan nutrisi dari makanan, dan mengamankan tubuh dari bahan-bahan beracun. Ukurannya besar, fungsinya banyak, ternyata ancamannya juga tidak kalah banyak, dan sialnya umumnya penyakit yang berhubungan dengan liver semuanya mematikan. Sebut saja hepatitis, sirosis, dan kanker hati.

Studi yang dilakukan American Cancer Society menunjukkan bahwa rokok dan konsumsi minuman beralkohol meningkatkan resiko penyakit yang berhubungan dengan liver. Dari data-data yang sempat kita bahas sebelumnya kita tahu bahwa pria yang memiliki kebiasaan-kebiasaan tersebut, merokok dan mengkonsumsi alkohol, jauh lebih banyak dari wanita.

7. Diabetes

Dibandingkan wanita, pria penderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi impoten. Penurunan testosteron pada pria penderita diabetes juga lebih tinggi dari wanita. Kekurangan testosteron dapat mengakibatkan depresi. Tidak cukup sampai disitu, tanpa penanganan segera, ancaman diabetes dapat meluas pada kerusakan ginjal, sistem syaraf, serangan jantung, stroke, bahkan kebutaan.

8. Flu dan Pneumonia

Infeksi influenza dan pneumonia merupakan ancaman kesehatan yang terbesar pada pria. Sementara itu pria yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu akibat masalah lain seperti COPD, diabetes, kanker, dan penyakit lainnya semakin terbuka terhadap serangan kedua virus tersebut.

Meskipun tingkat efektivitasnya hanya mencapai 70%, vaksin merupakan langkah bijak untuk mengamankan diri dari serangan kedua virus tersebut.

9. Kanker Kulit

Skin Cancer Foundation menyatakan bahwa pria berusia 50 tahun berada pada tingkat resiko paling tinggi terkena kanker kulit. Sementara dibandingkan dengan wanita, tingkat resiko pria untuk terkena kanker kulit mencapai dua kali lipat. Alasannya sangat sederhana, pria lebih banyak terpapar sinar matahari dan lebih jarang merawat kulitnya.

Untuk mencegahnya, Center for Disease Control and Prevention menyarankan penggunaan baju lengan panjang, celana panjang, topi dengan tepian lebar, kaca mata hitam, dan sunblock pada saat beraktivitas di luar ruangan. Kenyataannya jika wanita cenderung mengikuti saran tersebut, pria cenderung mengabaikannya.

10. HIV dan AIDS

Penyakit yang lebih banyak menjangkiti kaum homoseksual dan biseksual dimana pria melakukan hubungan seksual dengan pria memang merupakan golongan paling rentan terhadap penyakit ini. Kenyataanya hal ini tidak terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seks dengan wanita. Kebanyakan wanita justru terjangkiti penyakit berbahaya ini dari hubungan seksual dengan pria.

Data menunjukkan bahwa 61% penyebaran HIV diakibatkan interaksi seksual. Hubungannya dengan pria? 69% infeksi HIV terjadi pada pria dengan rentang usia antara 13 sampai 29 tahun. Sialnya kebanyakan pria yang menderita HIV tidak segera menyadarinya karena gejala awal infeksi HIV sangat mirip dengan flu.